tak terdamaikan
Berkunjung ke blog seorang teman, dan membaca sebuah artikel yang intinya memprotes salah satu tuduhan Al-Qur'an tentang injil yang sudah diubah oleh para ahli kitab. Mungkinkah seorang Muslim bisa mempercayai bahwa Injil yang ada sekarang adalah Injil yang asli ? mungkin hanya sebagian kecil saja yang bisa menerima pendapat itu. Perbedaan pendapat tentang keaslian Injil antara orang Islam dan Kristian tidak mungkin didamaikan. Rukun Iman orang Islam bahkan menuntut bahwa orang Islam mesti mempercayai Injil, tapi yang dipercayai adalah Injil yang asli. Dan ternyata memang ada perbedaan mendasar antara Islam dan Kristen yang tidak terdamaikan, misal tentang kematian Isa AS, orang Islam tidak pernah percaya bahwa Isa AS mati disalib, dsb. Sekali lagi, perbedaan itu tidak bisa terdamaikan, sehingga jika ada yang menyatakan bahwa semua agama itu sama, jelas-jelas itu hanya bahasa indah yang tak ada kenyataannya. Semua agama benar ? ya... tapi bagi masing-masing pemeluknya. Tidak mungkin Muslim membenarkan Kristen atau Kristian membenarkan Islam, karena jika kita membenarkan sesuatu maka ada tuntutan konsekuensi dalam tindakan. Misalnya jika seorang Kristian membenarkan Islam, salah satu konsekuensi logisnya adalah membenarkan haji, dan konsekuensi tindakannya adalah melaksanakan haji bila mampu... kupikir tidak mungkin hal itu bisa terjadi. Mungkin semua agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan, tapi tetap saja berbeda baik dalam esensi keTuhanan, Kenabian, Kitab Suci, Ajaran, Ibadah serta lainnya. Jadi tidak mungkin konflik pemikiran itu bisa didamaikan, dan tidak perlu didamaikan. Jadi kalau yang diusung pluralisme adalah pembenaran agama oleh pemeluk agama lain, kupikir itu cuman utopia.
Ideku : Walaupun ada konflik aqidah yang tidak mungkin terdamaikan, tapi tidak ada alasan bagi para pemeluk agama untuk memusuhi pemeluk agama lain. Intinya ya mirip Pancasila lah, toleransi atau tepaslira. Dan negara bertugas untuk melindungi kebebasan penduduk (bukan hanya warga negara) untuk beragama (maupun tidak) dan melaksanakan aktivitas keagamaannya. It is so simple.

<< Home